Jakarta (ANTARA News) – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan operator penyelenggara turnamen PT Gelora Trisula Universe (GTS) bertemu untuk membahas keamanan stadion selama pertandingan Indonesia Sepakbola Championship (ISC)

“Kami tidak ingin masalah mulai lagi, kemudian. faktor kebutuhan keamanan stadion ditangani,” kata Azwar Karim Sekretaris PSSI di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Kamis.

Ia juga menjelaskan bahwa di masa depan liga telah meningkat dari berbagai pihak, terutama dalam mengantisipasi kerusuhan antara pendukung.

“Hari ini kita membahas hanya soal operator perbaikan keamanan, sisanya akan digunakan untuk kemajuan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Kompetisi dan Peraturan GTS PT Ratu Tisha Destria mengatakan bahwa peningkatan keamanan tidak masalah penambahan jumlah pasukan keamanan.

“Peningkatan keamanan adalah masalah teknis, yang penting adalah bahwa kita harus memahami tentang sosial, budaya, dan latar belakang masing-masing dua kubu, hal yang lebih penting untuk mengantisipasi,” kata Tisha.

Ia juga mengatakan bahwa terkait dengan kekerasan antara pendukung PS TNI dan Gresik United Persegres semua data, file dan kronologis sudah memasuki studi administrasi.

hari Minggu, ISC turnamen terjadi beberapa kerusuhan yang mengakibatkan kematian dan cedera luka dari berbagai kamp.

Salah satu pendukung Persija, Muhammad Fahreza yang meninggal diduga dianiaya oleh petugas keamanan.

Kemudian korban lainnya adalah pendukung PSS (Sleman) Stanislaus Gandhang pendukung lain yang dicurigai dianiaya Deswara meninggal pada hari Minggu (22/5), jalan Magelang KM 14.

yang terakhir adalah kerusuhan antara fans dengan PS TNI Persegres Inggris Gresik terjadi pada Minggu (22/5) di Stadion Gresik Petrokimia., Jawa Timur

dari penggemar PS kerusuhan yang melibatkan TNI , banyak jatuh terluka untuk dirawat di rumah sakit

Editor:. Tasrief Tarmizi

Copyright © ANTARA 2016